Senin, 13 Mei 2013

DITEMBAK onew episode 7




Episode 7
Di kelas aku selalu memikirkan kata-kata taemin tadi, aku memang menyukai onew tapi tak mungkin aku akan menyakiti hati ah-in, tapi ini demi shinee (karena aku shawol, juga sangat menyukai semua anggota shinee) tetapi taemin tak menyukai ah-in dan aku belum tau apa isi hati ah-in, saat jam istirahat aku bertanya pada ah-in
            “ah-in ssii, sebenarnya apa hubunganmu dengan taemin?” tanyaku
            “sebenarnya kami tak pacaran, hanya sahabat seperti saudara” ujar ah-in
            “semua anak sini juga tau itu” ujar sohee
            “sohee ssi, kemarin ini kau bilang bahwa ah-in pacar taemin kenapa kau tak bilang yang sebenarnya?”
            “miane”
Ketika pulang sekolah, lagi-lagi onew menjemputku jantungku kembali berdetak kencang
            “ji-ri ssii” teriak onew
            “kenapa kesini?” tanyaku
            “aku ingin menjemputmu”
            “aku membuatmu repot, tak usah menjemputku aku bisa berjalan pulang”
            “ada yang ingin aku katakan padamu” ujar onew
            “apa??, katakan saja sekarang”
            “tidak enak bicara disini, ayo masuk” ujar onew
Aku ikut dengan onew ke suatu tempat, entah apa yang akan dikatakan oleh onew tapi aku tak berpikir onew akan menembakku menjadi kekasihnya.
            “kita sudah sampai” ujar onew
            “kau mau bicara apa?” tanyaku pada onew
            “kau menganggapku sebagai apa?” tanya onew
            “kakak” ujarku
            “hanya itu?”
            “hmmm”
            “apa kita bisa berhenti menjadi adik-kakak?” tanya onew
            “maksudmu?”
            “sejak awal bertemu denganmu aku sudah menyukaimu, dan aku tak bisa menghilangkan persaanku padamu” ujar onew
Pada saat itu aku melihat taemin yang berdiri tak jauh dibekang onew sambil melihatku, entah kenapa bibirku berkata
            “miane, aku tidak bisa” ujarku
            “kenapa?”
            “bukan karena kau tak diperboleh pacaran oleh manajemetmu, tapi ada satu hal yang tidak bisa kusebutkan, juga belum waktunya karena kita belum lama bertemu” ujarku pada onew
Aku langsung pergi meninggalkan onew dan pulang sendiri tampa bantuan orang lain, padahal aku tak tau jalan pulang tetapi aku sampai juga dirumah. Ketika aku membuka pintu kris oppa duduk di ruang tamu tak seperti biasanya oppa duduk di ruang tamu
            “kau sudah pulang, tak seperti biasa kau duduk di ruang tamu” ujarku
            “kenapa kau lama?” tanya oppa padaku
            “aku tadi berjalan pulang, tentu saja lama” ujarku dan langsung duduk
            “ada yang akan aku beri tahu padamu”
            “wea??”
            “dorm shinee kan sedang diperbaiki, jadi kurang lebih 2bln mereka akan tinggal dirumah kita” ujar oppa
            “hhhhhaaaaaa”
            “kamar dirumah kitakan cukup banyak, lagi pula mereka akan membayar, bukan karena mereka akan membayar tetapi tak ada tempat lain”
            “tak masalah” ujarku pergi kekamarku
Saat didalam kamar aku teringat perkataan onew tadi, dan berkata
            “aaaiiiisss, bagaimana aku bisa tinggal dengan 7 orang cowok di dalam 1 satu atap, dan onew aaaaaaiiiiiiisssss ottoke”
Hari pun mulai beranjak malam, aku tak menyadari kalau woo oppa akan tidur dirumah
            “ji-ri ayo turun, makan malam” ujar woo oppa
            “yaa!!!!” turun menuju meja makan
            “kau tumben tidur dirumah” ujarku pada woo oppa
            “aku sedang malas tidur di dorm” ujar wooyoung
            “siapa yang memasak?” tanyaku
            “pastinya kris” ujar woo
Saat kami makan malam, woo oppa bertanaya pada kris tentang shinee
            “kapan mereka akan pindah?” tanya woo oppa
            “katanya hari ini, tapi juga gag jelas” ujar kris oppa
Tak lama kemudian onew, key, minho, jonghyun, dan taemin pun datang. Aku tak berani menatap onew, saat aku mengantar taemin kekamar onew hanya membalik badannya kepadaku. Ketika taemin akan masuk kekamarnya ia bertanya padaku
            “kenapa kau tak menerima onew?” tanya taemin
            “belum saatnya, dan aku cukup menjadi fansnya saja”
            “bagaimana dengan permintaanku?” tanya taemin
            “masihku pikirkan, masuklah. Kalau kau butuh aku, kamarku diatas”
            “yah”
Saat aku akan kekamar, kris sedang berdiri didepan kamarku entah apa yang dia lakukan
            “kau selalu mengunci kamarmu?” tanya kris oppa
            “nee”
            “ada suara dalam kamarmu” ujar kris
            “suara apa?” tanyaku dan membuka pintu
            “entah”
Saat aku dan kris membuka kamar kami tak menemukan asal suara itu, tak lama kemudian tetnyata kami menemukan asal suara itu berasal dari handphoneku dulu yang ku pakai saat di Indonesia. Handphone itu memang tidak aku pakai tapi kartunya masih kartu Indonesia. Ketika kris oppa akan meninggalkan kamarku ia berkata
            “cukup mengidolakan orang” ujar oppa
            “maksudmu?”
Oppa langsung pergi dan menutup pintu kamarku tampa menjawab pertanyaanku
Bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar