Episode 6
“kau tak apa-apa?” tanya onew
“ohh
annie”
“kita
sudah sampai”
“kau
mengajakku ke tower?”
“nee,
apa kau tak suka?”
“aku
suka”
“ayo
masuk” ajak onew
Disaat aku dan onew bersenang-senag
aku melihat taemin denga ah-in sedang berjalan berdua, tapi sepertinya taemin
tidak menghiraukan ah-in karena dari cara melihat ah-in dia tak menyukainya.
“ayo
kita pulang” ajak onew
“ohh
iya”
Saat dirumah, aku masih memikirkan onew. Apa benar aku
menyukai onew?? Ohhhhhh noooo, lebih baik aku tidur.
Keesokan harinya, aku pergi sekolah tidak diantar sekarang
aku mencoba untuk bisa mandiri tampa oppa, saat aku menyusuri jalan dari arah
belakang ada yang memanggilku
“ji-ri
ssii”
“nee”
sambil melihat kearah belakang ternyata itu onew
“kau
perlu ku antar?” tanya onew, jantungku bergetak kencang entah apa yang
membuatku begini
“annie,
aku harus mencoba sendiri jalan menuju sekolah” ujarku
“kau
yakin?”
“ya”
Onew pergi meninggalkanku, aku berusaha untuk bisa pergi
sekolah tampa bantuan oranglain. Akhirnya aku sampai disekolah, aku melihat
seseorang yang berdiri didepan lokerku sambil melambaikan tangan, aku pun
mendekat menujunya
“kau!!!!
Mengapa kesini, kau kan tidak sekolah disini?” tanyaku pada taemin
“miane, telah menyenggolmu di
kantor SM?” ujar taemin
“apa itu tujuanmu kesini?” tanyaku
marah
“iya, apa kau memaafkanku?”
“ada satu syarat” ujarku licik
“weaa?”
“apa kau tau siapa kekasih onew?”
tanyaku pada taemin
“hahaha… onew mana punya pacar”
“ouuuuhhh”
“kau suka pada onew ya?” tanya taemin
“ahhh tidak” ujarku gugup
“apa kau sudah memaafkanku?” tanya
taemin
“belum, masih ada 1 lagi”
“apa lagi?”
“apa hubunganmu dengan ah-in?”
“sini!!” ujar taemin menarik
tanganku ke belakang loker
“kau harus tau ini” ujar taemin
“tau apa?”
“sebenarnya aku tidak pacaran
dengan ah-in, aku dan ah-in adalah sahabat kecil seperti saudara. Tapi dia
sepertinya punya perasaan padaku, tapi aku tak menyukainya” ujar taemin padaku
“ooooo begitu, dia sepertinya
tergila-gila padamu”
“maukah kau membantuku?” tanya
taemin
“bantu apa?”
“maukah kau berpura-pura menjadi
kekasihku, nanti akanku tolong kau bersama onew” ujar taemin
“mian aku tidak bisa, ah-in temanku
walau dia tidak dekat denganku tapi aku tak mau menyakitinya”
“kau boleh memikirkannya dulu,
kalau kau berubah pikiran hubungi aku” ujar taemin
“tak mungkin” ujarku pergi dan
masuk kekelas
Bersambung…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar