Episode 12
“baiklah kalau memang itu maumu” ujar kris oppa padaku
“apa kau marah padaku?” tanyaku pada oppa
“mana mungkin aku akan marah pada adik tersayangku ini” ujar
oppa dan mengusap kepalaku
Taemin pun sibuk
dengan pembicaraannya dengan woo oppa, entah apa yang mereka bicarakan. Tapi
sepertinya sangat rahasia karena mereka berbicara sambil berbisik.
“yakkk apa yang sedang kalian
bicarakan?” tanyaku berteriak pada woo dan taemin
“aaaaaaa….. annie” ujar taemin
“kau pasti membicarakanku, karena sebutan
kelinci- kan?” ujarku pada taemin
“yyyaaa dia begitu menyolot padaku,
minta beritau kenapa sebutanmu kelinci” ujar woo oppa padaku
“awas kalau kau ikut memanggil itu
juga padaku” ujarku sambil berjalan ke kamar
Saat
aku di kamar, aku mendapat sms di hp-ku tapi aku tak mengetahui no itu. ini
isinya
“hai?” aku pun
membalas “ini dari siapa?” tanyaku, lalu ia pun membalas “kau tak kenal aku,
pacarmu (taemin)” dan aku balas “siapa yang mau pacaran denganmu, kau seperti
cewek”
Sepertinya
taemin marah dan langsung menelfonku
“weaaa??” tanyaku pada taemin
“apa maksudmu, aku seperti cewek?”
tanya taemin marah
“apa kau tak pernah berkaca?”
tanyaku balik
“seringlah”
“apa kau tak menyadari bahwa kau
memiliki paras wajah seperti cewek?”
“annie” ujar taemin
“yahh semua orang berkata bahwa kau
itu seperti cewek” ujarku
“dasar kau kelinci!!” ujar taemin
“yaaaakkkk. Kau bicara itu sekali
lagi awaaaasss!!”
“jangan lupa simpan nomorku!” suruh
taemin
“tak akan pernah, lagi pula kau
siapa?? Penting??”
“aku kekasihmu, kenapa kau begitu
kasar”
“yakkkk!!!!!!!!, aku tak akan
menyetujui perjanjian itu” ujarku dan menutup telefon
Keesokan harinya
Lagi-lagi aku berjalan kesekolah,
dan itu sangat melelahkan dan sapai disekolah aku hanya bisa duduk sambil
mengurut kakiku. Ketika aku duduk di kantin sohee menghampiriku
“ji-ri ssii” panggil sohee
“aku sudah tau semuanya” ujarku pada
sohee
“maksudmu apa?” tanya sohee
“antara kau dengan kris oppa, tolong
jahui kris” ujarku dan langsung pergi meninggalkan sohee
Sepertinya sohee
merasa bersalah padaku karena saat jam pelajaran ia selalu melihat padaku. Bell
bubar pun berbunyi, hari menyebalkan hari ini karena aku di jemput taemin
“kenapa kau yang menjemputku?”
tanyaku
“aku hanya ingin menjemputmu, ada
yang ingin ku katakana padamu” ujar taemin
“wea, katakana saja?”
“tak bisa disini” ujar taemin
“lalu harus dimana?” tanyaku tapi
taemin tidak menjawabnya
Taemin berhenti
disebuah jembatan, aku tak mengerti kenapa yaemin membawaku kesini
“apa yang akan kau katakan?” tanyaku
“sebenarnya aku menyukaimu, apa kau
mau menjadi kekasihku?” tanya taemin dan menatap mataku
“apa maksudmu?”
“awalnya aku hanya bercanda untuk
menyukaimu, tetapi rasa itu menjadi semakin terasa. Tapi sekarang aku
benar-benar menyukaimu” ujar taemin
“kau ini kenapa?”
“aku tak apa-apa, kau mau tidak?”
“aku tak boleh berpacaran oleh kris
oppa, apa lagi dengan artis SM. Miane juga aku tak mengenalmu begitu jauh”
ujarku
“kau bisa memikirkannya, dank au
bisa menjawabnya kapanpun” ujar taemin
“sudahlah, apa kau bisa pengantarku
pulang. Aku tak tau jalan” ujarku pada taemin
“yah baiklah”
Saat taemin
mengemudi, ia tak bicara satu kata pun padaku. Akupun memegang tangannya
“kau kenapa?” tanya taemin
“annie, kau tak perlu cemas. Aku tak
akan menjauhimu, tapi aku menganggap kau lebih dari temanku”
Akhirnya aku dan
taemin sampai di rumah, sebelum aku keluar dari mobil taemin memegang tanganku
dan berkata
“aku akan selalu berusaha membuatmu
suka padaku” ujar taemin
Dan aku hanya
membalasnya dengan senyuman. Ketika aku baru masuk rumah woo oppa langsung
bertanya
“kenapa pulang terlambat?” tanya woo
oppa
“tadi aku ada urusan” jawabku dan
langsung ke kamar
Saat dikamar aku
selalu terbayang kata-kata taemin tadi “aku harus menjawab apa, apa aku
menyukainya, apa yang harus ku lakukan?” ujarku dalam hati.
Bersambung…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar