Senin, 20 Mei 2013

ungkapan yang ... episode 12



Episode 12
“baiklah kalau memang itu maumu” ujar kris oppa padaku
“apa kau marah padaku?” tanyaku pada oppa
“mana mungkin aku akan marah pada adik tersayangku ini” ujar oppa dan mengusap kepalaku
Taemin pun sibuk dengan pembicaraannya dengan woo oppa, entah apa yang mereka bicarakan. Tapi sepertinya sangat rahasia karena mereka berbicara sambil berbisik.
            “yakkk apa yang sedang kalian bicarakan?” tanyaku berteriak pada woo dan taemin
            “aaaaaaa….. annie” ujar taemin
            “kau pasti membicarakanku, karena sebutan kelinci- kan?” ujarku pada taemin
            “yyyaaa dia begitu menyolot padaku, minta beritau kenapa sebutanmu kelinci” ujar woo oppa padaku
            “awas kalau kau ikut memanggil itu juga padaku” ujarku sambil berjalan ke kamar
            Saat aku di kamar, aku mendapat sms di hp-ku tapi aku tak mengetahui no itu. ini isinya
“hai?” aku pun membalas “ini dari siapa?” tanyaku, lalu ia pun membalas “kau tak kenal aku, pacarmu (taemin)” dan aku balas “siapa yang mau pacaran denganmu, kau seperti cewek”
Sepertinya taemin marah dan langsung menelfonku
            “weaaa??” tanyaku pada taemin
            “apa maksudmu, aku seperti cewek?” tanya taemin marah
            “apa kau tak pernah berkaca?” tanyaku balik
            “seringlah”
            “apa kau tak menyadari bahwa kau memiliki paras wajah seperti cewek?”
            “annie” ujar taemin
            “yahh semua orang berkata bahwa kau itu seperti cewek” ujarku
            “dasar kau kelinci!!” ujar taemin
            “yaaaakkkk. Kau bicara itu sekali lagi awaaaasss!!”
            “jangan lupa simpan nomorku!” suruh taemin
            “tak akan pernah, lagi pula kau siapa?? Penting??”
            “aku kekasihmu, kenapa kau begitu kasar”
            “yakkkk!!!!!!!!, aku tak akan menyetujui perjanjian itu” ujarku dan menutup telefon
Keesokan harinya
            Lagi-lagi aku berjalan kesekolah, dan itu sangat melelahkan dan sapai disekolah aku hanya bisa duduk sambil mengurut kakiku. Ketika aku duduk di kantin sohee menghampiriku
            “ji-ri ssii” panggil sohee
            “aku sudah tau semuanya” ujarku pada sohee
            “maksudmu apa?” tanya sohee
            “antara kau dengan kris oppa, tolong jahui kris” ujarku dan langsung pergi meninggalkan sohee
Sepertinya sohee merasa bersalah padaku karena saat jam pelajaran ia selalu melihat padaku. Bell bubar pun berbunyi, hari menyebalkan hari ini karena aku di jemput taemin
            “kenapa kau yang menjemputku?” tanyaku
            “aku hanya ingin menjemputmu, ada yang ingin ku katakana padamu” ujar taemin
            “wea, katakana saja?”
            “tak bisa disini” ujar taemin
            “lalu harus dimana?” tanyaku tapi taemin tidak menjawabnya
Taemin berhenti disebuah jembatan, aku tak mengerti kenapa yaemin membawaku kesini
            “apa yang akan kau katakan?” tanyaku
            “sebenarnya aku menyukaimu, apa kau mau menjadi kekasihku?” tanya taemin dan menatap mataku
            “apa maksudmu?”
            “awalnya aku hanya bercanda untuk menyukaimu, tetapi rasa itu menjadi semakin terasa. Tapi sekarang aku benar-benar menyukaimu” ujar taemin
            “kau ini kenapa?”
            “aku tak apa-apa, kau mau tidak?”
            “aku tak boleh berpacaran oleh kris oppa, apa lagi dengan artis SM. Miane juga aku tak mengenalmu begitu jauh” ujarku
            “kau bisa memikirkannya, dank au bisa menjawabnya kapanpun” ujar taemin
            “sudahlah, apa kau bisa pengantarku pulang. Aku tak tau jalan” ujarku pada taemin
            “yah baiklah”
Saat taemin mengemudi, ia tak bicara satu kata pun padaku. Akupun memegang tangannya
            “kau kenapa?” tanya taemin
            “annie, kau tak perlu cemas. Aku tak akan menjauhimu, tapi aku menganggap kau lebih dari temanku”
Akhirnya aku dan taemin sampai di rumah, sebelum aku keluar dari mobil taemin memegang tanganku dan berkata
            “aku akan selalu berusaha membuatmu suka padaku” ujar taemin
Dan aku hanya membalasnya dengan senyuman. Ketika aku baru masuk rumah woo oppa langsung bertanya
            “kenapa pulang terlambat?” tanya woo oppa
            “tadi aku ada urusan” jawabku dan langsung ke kamar
Saat dikamar aku selalu terbayang kata-kata taemin tadi “aku harus menjawab apa, apa aku menyukainya, apa yang harus ku lakukan?” ujarku dalam hati.
Bersambung…
           

           


Tidak ada komentar:

Posting Komentar